Bisakah menonaktifkan sendiri bpjs ketenagakerjaan (BPJSTK) / jamsostek

BPJS Ketenagakerjaan yang sering juga disingkat sebagai BPJSTK merupakan program pemerintah peralihan dari JAMSOSTEK yang memberikan jaminan sosial ekonomi kepada setiap tenaga kerja.

 Merujuk pada Undang-Undang No 24 Tahun 2011 Pasal 15 ayat (2) " Pemberi kerja secara bertahap wajib mendaftarkan dirinya dan pekerjanya sebagai peserta kepada BPJS Sesuai dengan program Jaminan Sosial yang diikuti"

Berdasarkan undang-undang tersebut, itu artinya setiap perusahaan wajib mendaftarkan setiap karyawannya untuk menjadi peserta bpjs ketenagakerjaan, setiap peserta wajib membayar besaran iuran bulanan sesuai dengan program bpjs ketenagakerjaan yang diikuti, iuran sebagian dipotong dari gaji peserta dan sebagian lagi dibayarkan oleh perusahaan.

Besaran iuran yang harus dibayarkan sebesar 5,7% dari upah yang diterima, dibayarkan 3,7% dari perusahaan dan 2% dari tenaga Kerja, dan itu menjadi HAK Tenaga Kerja ditambah KEWAJIBAN BPJS Ketenagakerjaan memberikan hasil pengembangan.

cara menonaktifkan bpjs ketenagakerjaa sendiri


Terkait bpjs ketenagakerjaan, Ada satu permasahalan yang sering sekali dialami oleh peserta bpjs ketenagakerjaan, yaitu klaim dana JHT bpjs tk ditolak karena kartu atau kepesertaan masih aktif, padahal peserta yang bersangkutan sudah tidak lagi bekerja di perusahaan yang bersangkutan baik karena resign maupun keluar.

Perlu diketahui bahwa salah satu syarat untuk klaim dana JHT bpjs tk adalah kartu atau kepesertaan harus nonaktif, jika kartu masih aktif walaupun peserta yang bersangkutan sudah melengkapi persyaratan lainnya maka klaim dana JHT bpjs tk / jamsostek akan ditolak dan tidak bisa dicairkan.

Ketentuan penonaktifkan peserta bpjs tk ?

Sebenarnya jika peserta sudah berhenti bekerja (keluar, resign atau dipecat), seharusnya perusahaan akan membuat pelaporan kepada pihak bpjstk untuk menonaktifkan kepesertaan karyawan keluar tersebut, sehingga kartu akan nonaktif dan perusahaan tidak lagi akan terbebani untuk membayar iuran bulanan peserta yang bersangkutan.

Namun pada kenyataannya banyak sekali kasus kartu masih aktif walaupun peserta sudah tidak bekerja, ternyata penyebabnya bisa jadi proses penonaktifan telat atau perusahaan memiliki tunggakan, sehingga sangsinya tidak bisa menonaktifkan karyawan yang sudah keluar sampai semua tunggakan dilunasi.

Karena kepesertaan masih aktif, maka banyak sekali peserta bpjs yang sudah tidak lagi bekerja mengalami kendala tidak bisa mencairkan dana jht bpjs miliknya sampai dengan status kepesertaannya non-aktif.

Sedangkan Ketentuan penonaktifkan bpjs ketenagakerjaan adalah sebagai berikut:

1. BPJS Ketenagakerjaan setiap bulan menerima data upah karyawan data mutasi karyawan (karyawan yang keluar dan baru masuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan)

2. Data karyawan yang masuk perusahaan dan akan didaftarkan menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan harus dilampirkan melalui form F1a oleh pihak perusahaan untuk diserahkan kepada pihak bpjs ketenagakerjaan, atas dasar laporan dan Form tersebut petugas BPJS melakukan proses kepesertaan sebagai data peserta dan selanjutnya pegawai memperoleh kartu peserta

4. Begitu pula dengan karyawan yang keluar dari perusahaan tersebut, perusahaan menyerahkan dan mengisi form F1b sebagai bukti bahwa karyawan tersebut telah Non Aktif dari kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

6. Bilamana perusahaan tidak melaporkan karyawan keluar dan tidak menyerahkan Form F1b, maka BPJS Ketenagakerjaan tidak bisa melakukan proses Non Aktif Kepesertaan, dan perusahaan berkewajiban untuk membayar iuran karyawan tersebut karena status kepesertaan masih AKTIF

7. Proses kepesertaan (baik karyawan masuk di daftarkan dan keluar) hanya dapat dilakukan di kantor cabang dan oleh petugas yang ditunjuk menjadi pembina perusahaan tersebut dan BUKAN di kantor Pusat.

Bisakah menonaktifkan sendiri bpjs ketenagakerjaan (BPJSTK) sendiri

Sayangnya satu-satunya pihak yang bisa menonaktifkan kepesertaan bpjstk setiap karyawan yang sudah keluar dari perusahaan hanyalah pihak perusahaan melalui HRD yang diberi wewenang untuk mengelola kepesertaan BPJS. dengan ketentuan perusahaan tidak memiliki tunggakan.

Bahkan BPJS Ketenagakerjaan sendiri  pun tidak memiliki kewenangan me-NON AKTIF-kan Tenaga Kerja apabila perusahaan belum melaporkan Tenaga Kerja tersebut keluar dan tidak dibayarkan lagi iuran nya.

Hanya perusahaan yang bisa menonaktifkan kepesertaan bpjstk

Untuk anda yang kebetulan sudah tidak lagi bekerja namun kepesertaan bpjs tk miliknya masih aktif, jalan satu-satunya untuk menonaktifkan kepesertaan bpjstk miliknya adalah dengan menghubungi pihak perusahaan yang bersangkutan untuk segera menonaktifkan kepesertaan bpjs tk miliknya.

Jika persuahaan masih memiliki tunggakan maka perusahaan wajib melunasi seluruh tunggakannya agar bisa menonaktifkan kepesertaan bpjstj dari setiap karyawan yang sudah berhenti bekerja

Bagaimana jika perusahaan sudah off atau tutup ?
Muncul lagi permasalahan, bagaimana jika perusahaan tempat bekerja sudah off atau sudah tutup, bagaimana cara menonaktifkan bpjs tk?

Jika perusahaan memang benar-benar sudah tutup, maka langkah yang bisa diambil adalah berkoordinasi dengan pihak bpjstk, pihak bpjs akan memastikan bahwa perusahaan memang benar-benar sudah tutup.

Jika memang terbukti perusahaan sudah tutup, maka biasanya dana JHT peserta akan bisa dicairkan.


Kesimpulan

Untuk menonaktifkan bpjs ketenagakerjaan tidak bisa dilakukan oleh sendiri dengan cara apapun, baik secara offline maupun online.

Satu satunya cara Untuk menonaktifkan kepesertaan bpsjtk hanyalah melalui pihak perusahaan pemberi kerja, bahkan pihak bpjs tidak bisa menonaktifkannya secara sepihak kepesertaan anda jika tidak ada laporan dari perusahaan walaupun anda sudah tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut.

Jika kepesertaan anda masih aktif sementara anda lebih dari 1 atau 2 bulan sudah tidak lagi bekerja, maka teruslah berkoordinasi dengan perusahaan, bisa jadi proses penonaktifan anda tertunda atau perusahaan memiliki tunggakan dan masih dalam proses pelunasan tunggakan untuk menonaktifkan kepesertaan bpjs anda.
loading...

2 comments:

  1. Saya memiliki kartu jht 2 tetapi cabangnya berbeda.apakah bisa dicairkan disatu tempt

    ReplyDelete

Anda punya pertanyaan seputar BPJS, silahkan ajukan pertanyaan anda di kotak komentar, barangkali saya bisa membantu!. Komentar Anda akan Muncul Setelah disetujui!