-->

Naik Kelas perawatan BPJS dari kelas 1 ke VIP ini ketentuannya!

 Walaupun sudah muncul wacana bahwa di tahun 2022 atau paling lambat di awal tahun 2023 kelas BPJS akan dihapuskan, sampai saat ini wacana tersebut masih belum terrealisasi, kita masih menunggu kelanjutannya dan prosedurnyapun masih jadi pertanyaan.

Namun pada saat artikel ini dibuat, BPJS kesehatan masih menggunakan sistem kelas yakni, kelas 1 kelas 2 dan kelas 3. Oh ya mengenai perbedaan kelas ini sudah pernah saya jelaskan di artikel sebelumnya tentang perbedaan fasilitas kelas 1,2 dan 3 bpjs

Pada artikel tersebut dijelaskan bahwa perbedaan kelas tersebut berpengaruh pada hak ruang rawat inap pasien apabila peserta harus dirawat di rumah sakit. Kelas 1 artinya peserta akan mendapatkan ruang rawat inap kelas 1 begitu juga untuk kelas 2 dan kelas 3. selain itu kelas juga mempengaruhi besarnya iuran, kelas 1 iurannya lebih besar diikuti oleh kelas II dan kelas III. sementara untuk pelayanan rawat jalan setiap peserta mendapatkan hak yang sama.

Naik-kelas-BPJS-Kelas-1-ke-VIP
Naik kelas Rawat inap kelas I ke VIP BPJS
    


BPJS Kelas I  Bisa naik ke VIP ini ketentuannya!

Terkait kelas bpjs tersebut, saya sering mendapatkan pertanyaan di komentar, apakah bpjs kelas I bisa naik ke ruang rawat inap VIP?

Saat peserta bpjs  di rawat di rumah sakit, kadang peserta menginginkan ruang rawat inap VIP, sementara kelas BPJSnya kelas 1, untuk mengatasi permasalahan tersebut untungnya sistem BPJS memberlakukan sistem naik kelas dan turun kelas, artinya jika diinginkan peserta dapat turun kelas dan juga naik kelas, tentang ketentuan ini diatur pada Pasal 10 ayat (5) Permenkes No. 51/2018 yang menyatakan bahwa Peningkatan kelas perawatan hanya dapat dilakukan satu tingkat lebih tinggi dari kelas yang menjadi hak peserta, begitu juga yang turun kelas.

Misal jika kelas peseta bpjs adalah kelas I, maka peserta tersebut jika diinginkan bisa saja naik kelas perawatan menjadi VIP atau turun kelas perawatan ke kelas II. untuk turun kelas peserta tidak akan dikenakan biaya alias ditanggung sepenuhnya oleh BPJS, namun sayangnya apabila peserta memilih naik kelas, ada selisih biaya tambahan yang harus dibayar oleh peserta.

Ini sesuai dengan Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) Nomor 51 Tahun 2018 tentang Pengenaan Urun Biaya dan Selisih Biaya dalam Program Jaminan Kesehatan, dinyatakan bahwa peserta yang ingin meningkatkan kelas perawatan yang lebih tinggi dari haknya di RS, termasuk rawat jalan eksekutif dikenakan selisih biaya.

Oh ya harap di catat, naik kelas perawatan ini hanya berlaku untuk kelas I, kelas II dan kelas III BPJS saja, sementara untuk peserta kelas III PBI gratis yang iurannya dibayarkan pemerintah, tidak berhak naik kelas perawatan.


Ingat Naik kelas BPJS Akan dikenakan Biaya !

Seperti yang telah diuraikan di atas, bahwa ketika peserta BPJS memilih untuk naik kelas, maka peserta tersebut harus membayar selisih biaya sesuai dengan perhitungan yang telah ditentukan. selisih biaya yang harus dibayarkan biasanya adalah selisih  biaya antara tarif INA CBG’s antar kelas.

Sementara khusus untuk peserta bpjs yang Naik kelas rawat inap dari kelas 1 ke VIP, peserta harus membayar selisih biaya paling banyak 75% dari tarif INA CBG’s Kelas 1.

INA CBG’s adalah kependekan dari Indonesian-Case Based Groups. Tarif INA CBG’s dapat diartikan sistem pembayaran dalam bentuk paket berdasarkan diagnosis penyakit dan prosedur pengobatan yang diderita pasien.

Tarif ini dibayarkan BPJS Kesehatan ke RS. Perhitungannya menggunakan standar tarif pelayanan kesehatan dalam penyelenggaraan program jaminan kesehatan. Standar tarif itu tertuang di Permenkes Nomor 52 Tahun 2016.

Di aturan tersebut, tertulis tarif INA CBG’s terdiri atas tarif rawat jalan dan rawat inap berbeda tergantung kelompok RS dan wilayahnya


Cara menghitung biaya naik kelas perawatan yang harus dibayar ?

Untuk menghitung selisih biaya yang harus dibayar oleh peserta yang melakukan naik kelas perawatan bpjs anda bisa melihat ilustrasi di bawah ini:

Misal Peserta BPJS Kelas 3 menderita penyakit kencing manis (sedang). Berdasarkan tarif INA-CBG’s RS Kelas A Pemerintah di wilayah atau regional 1 (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur), untuk rawat inap biayanya adalah sebagai berikut:

Kelas 3 = Rp7.505.100
Kelas 2 = Rp9.006.100
Kelas 1 = Rp10.507.100.

Misalnya peserta naik kelas rawat inap dari Kelas 3 ke Kelas 2, maka peserta BPJS harus membayar selisih biaya. 

Perhitungannya:

Tambahan biaya yang harus dibayar peserta = Rp9.006.100 – Rp7.505.100 = Rp1.501.000
Berarti pihak RS akan mendapat pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan sebesar Rp7.505.100, ditambah dari peserta sebesar Rp1.501.000. Total Rp9.006.100.

Sedangkan jika peserta bpjs naik kelas rawat inap dari Kelas 1 ke VIP, tambahan biayanya:

= 75% dari tarif INA CBG’s Kelas 1

= 75% x Rp10.507.100 = Rp7.880.325.


Semoga artikel tentang naik kelas  BPJS kelas I ke VIP di atas bermanfaat untuk anda.
loading...

0 Response to "Naik Kelas perawatan BPJS dari kelas 1 ke VIP ini ketentuannya!"

Post a Comment

Anda punya pertanyaan seputar BPJS, silahkan ajukan pertanyaan anda di kotak komentar, barangkali saya bisa membantu!. Komentar Anda akan Muncul Setelah disetujui!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel