Mengenal INA-CBG's Standar tarif BPJS Kesehatan

Mengenal INA-CBG's Standar tarif BPJS Kesehatan - Di Era BPJS Kesehatan dilibatkan juga sebuah istilah yang disebut dengan INA-CBG's (Indonesia case base Groups), INA-CBG's adalah sebuah sistem untuk menentukan tarif standar yang digunakan oleh rumah sakit sebagai referensi biaya claim ke pemerintah selaku pihak bpjs atas biaya pasien BPJS.

Tarif INA-CBG’s dalam program Jaminan kesehatan nasional (JKN) merujuk pada data costing (data biaya) 137 Rumah sakit (RS) Pemerintah maupun RS Swasta serta data coding 6 juta kasus penyakit.

Mengenal apa itu INA-CBGS BPJS Kesehatan

Ada sejumlah aspek yang mempengaruhi besar kecilnya biaya INA-CBG’s, beberapa diantaranya yaitu diagnosa utama, adanya diagnosa sekunder berupa penyerta (comorbidity) atau penyulit (complication), tingkat keparahan, bentuk intervensi, serta umur pasien.

Komponen Medis Tarif INA-CBGS

Tarif INA-CBG’s adalah tarif dengan sistem paket yang dibayarkan per episode pelayanan kesehatan, yaitu suatu rangkaian perawatan pasien sampai selesai, besar kecilnya tarif tidak akan dipengaruhi oleh jumlah hari perawatan.

komponen-komponen medis yang sudah terhitung ke dalam tarif ini CBG's adalah sebagai berikut:
  • Konsultasi dokter, 
  • Pemeriksaan penunjang, seperti laboratorium, radiologo (rontgen), dll, 
  • Obat Formularium Nasional (Fornas) maupun obat bukan Fornas, 
  • Bahan dan alat medis habis pakai, 
  • Akomodasi atau kamar perawatan
  • Biaya lainnya yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan pasien. 

Metode perhitungan biaya menggunakan SISTEM INA-CBG’S yang digunakan oleh Rumah Sakit maupun pihak pembayar (pemerintah selaku pihak BPJS) tidak lagi merinci tagihan berdasarkan rincian pelayanan yang diberikan, tapi ditentukan oleh beberapa data penting yaitu : 
  1. Kode DRG (Disease Related Group) 
  2. Diagnosis keluar pasien  tanpa melibatkan jumlah hari perawatan (length of stay).
  3. Regional Rumah sakit (regional 1-5)
  4. Kualifikasi rumah sakit (rujukan nasional, kelas A-D)

Cukup menggunakan data di atas, sistem INA-CBG's akan mampu menentukan besaran tarif yang harus dibayar untuk biaya pasien sesuai dengan diagnosa penyakit.

Jika anda ingin menghitung sendiri biaya rawat inap rumah sakit sesuai dengan tarif ina cbgs, silahkan download file PDF data tarif INA CBG's di bawah ini kemudian gunakan data-di atas untuk mendapatkan informasi biayanya.

sumber: http://www.depkes.go.id/resources/download/peraturan/pmk-59-thn-2014-ttg-standar-tarif-jkn.pdf

Komponen biaya yang sudah termasuk ke dalam paket INA-CBG’s, tidak dibebankan kepada pasien bpjs.


Pasien BPJS perlu Mengetahui Sistem Tarif INA-CBG's

Sebenarnya tidaklah menjadi masalah pasien BPJS tidak mengetahui bagaimana perhitungan biaya menggunakan sistem INA-CBG's, namun untuk beberapa kasus tarif INA-CBG's dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk pasien yang bersangkutan.

Terutama ketika pasien bpjs harus rawat inap  dan harus naik kelas perawatan karena beberapa alasan, pengetahuan tentang tarif INA CBG's perlu diketahui, karena pasien harus membayar selisih biaya atas kelas perawatan, dan besar kecilnya selisih ditentukan dari tarif ina cbgs.

Besar tarif Pasien naik kelas perawatan sampai kelas 1

BPJS sendiri hanya dapat menanggunag pasien bpjs sampai kelas 1, sehingga untuk pasien rawat inap jika naik kelas perawatan sampai kelas 1, misal dari kelas 2 naik ke kelas 1, pasien yang bersangkutan harus membayar biaya atas selisih kelas perawatan, besar kecilnya selisih adalah hasil dari pengurangan tarif ina-cbgs untuk biaya perawatan kelas 1 dikurangi tarif ina-cbgs untuk biaya perawatan kelas 2.

Untuk pasien yang naik kelas perawatan sampai kelas 1 Kenapa hanya biaya perawatan saja yang dihitung?

Alasanya karena tarif ina cbgs untuk tiap kelas, komponen-komponen selain biaya perawatan nilainya sama, dan hanya biaya perawatan yang nilainya berbeda, sehingga ketika pasien naik kelas perawatan setidaknya sampai kelas 1, biaya perawatan tinggal mengurangi tarif perawatan INA-CBG kelas yang diambil dikurangi tarif kelas perawatan INA-CBG kelas seharusnya (haknya).

Besar biaya untuk naik kelas perawatan VIP?

Sedangkan untuk pasien yang naik kelas VIP maka biaya yang harus dibayar oleh pasien sendiri adalah selisih antara total biaya VIP dikurangi tarif INA-CBG atas kelas bpjs pasien seharusnya.

Jika pasien adalah peserta BPJS kelas 1 kemudian naik kelas vip, maka biaya yang harus dikeluarkan pasien adalah total tarif VIP dikurangi tarif INA-CBG untuk kelas 1 sesuai dengan diagnosa penyakit pasien, ini yang bisa menyebabkan kenapa naik kelas vip biaya bisa membengkak. oleh karena itu anda harus siap dengan konsequensi ketika memutuskan naik kelas perawatan ke vip, menurut saya jika memang naik kelas sampai kelas 1 tidak bisa (misal dengan alasan ruangan penuh dan lain sebagainya) lebih baik turun kelas daripada naik kelas vip, kecuali sudah siap dengan selisih biaya yang harus ditanggung sendiri.
loading...

No comments:

Post a Comment

Anda punya pertanyaan seputar BPJS, silahkan ajukan pertanyaan anda di kotak komentar, barangkali saya bisa membantu!. Komentar Anda akan Muncul Setelah disetujui!